Roller-Coaster track called LIFE

“Aku Maunya Kamu, titik”

“Aku maunya kamu Yo, titik!” teriakku pada Tyo. sahabatku dan cintaku. hanya dia yang kini aku miliki. ayahku yang berselingkuh dan kemudian kabur, ibuku yang gila kerja, keluargaku yang berantakan, aku yang kesepian. tapi Tyo selalu ada disaat aku butuh seseorang. kami sudah bersahabat semenjak dari SD.

“Please, cuma ini yang aku mau Yo, cuma kamu. aku pengen bebas. aku pengen ngejalanin kehidupanku sendiri. please” aku memohon sambil terus memegang tangan Tyo.

“tapi aku ngga punya uang Nis, kamu tahu sendiri kan selama ini aku ngga kerja” Tyo kaget dengan keputusanku untuk mengajaknya kabur dan kawin lari.

“Aku cinta kamu Yo, sangat. aku ngga peduli. aku punya tabungan, kita bisa mulai dari nol. aku ngga mau terus-terusan gini, aku benci keluargaku. mungkin dengan aku pergi mereka bisa sadar kalau aku ada”

tanpa berkata-kata Tyo memelukku. “Kalau itu maumu, kalau kamu yakin kamu akan bahagia, aku turuti keinginanmu.”

“kamu yakin? maaf aku selalu mengorbankanmu Yo, tapi cuma kamu yang aku miliki sekarang, cuma kamu yang aku ingin sekarang” ku eratkan lagi pelukanku padanya. “terima kasih, i love you”