Roller-Coaster track called LIFE
Something always brings me back to you, never takes too long.
You hold me without touch.
You keep me without chain.
Sudah kebiasaan dan kesukaan temanku kalau sudah mengenalkan teman lelakinya padaku. oke, mentang-mentang hanya aku yang melajang.
“Nih, namanya Yoga. temanku dari kecil. Yoga, ini Kimi, teman kantorku” kata Lia dengan penuh semangat. OOh, jadi dia mengajakku jalan karena ini alasannya.
“Kimi” “Yoga” kami menjawab bersahutan sambil bersalaman. Dengan buru-buru Lia pun meninggalkan kami berdua. Agak canggung, kami pun mengobrol. hari pertama bertemu kami masih kaku. kami tidak tahu mesti bagaimana. akhirnya kami tukeran nomor handphone. hari berikutnya Gaga menjemputku ke kantor. Oh ya, dia menyuruku memanggil begitu. supaya akrab katanya. pertemuan pun sering kami lakukan. sampai akhirnya, kami pun berpacaran.
seminggu. sebulan. dua bulan. tiga bulan kami lalui bersama. indah sekali. ku akui, Gaga memang cowok idamanku, he’s my tipe. seorang pengusaha muda, umurnya masih 26 tapi dia sudah mapan. well, realistis saja, aku sudah bukan anak remaja yang mencari cinta monyet. umurku sudah 23, aku mencari calon suami.
*
“yaang, sebelum Gaga ke Bali, Gaga pengen kita tunangan dulu. kamu mau kan?” perempuan mana yang tidak senang mendengar kata-kata itu dari pasangannya?. Sejak saat itu aku berharap. menunggu kamu merealisasikan janjimu.
lalu kamu bilang kamu disuruh orang tuamu ke bali. kamu berjanji hanya sebentar. kami masih baik-baik saja. sampai kamu memutuskanku, memutuskan kita, dan memutuskan untuk kembali ke mantanmu. lebih sakit lagi kalau kamu hendak melamarnya. apa magsudnya?
*
Inilah aku, tanpamu. masih terpuruk karena tak mampu melupakanmu. tak mampu move on darimu. tak mampu menghapus semua kenangan kita. tak mampu melupakan janjimu yang terlalu membuatku berharap. Bahkan setelah 2tahun satu bulan ku lalui tanpamu, 761 hari ku lewati tanpa tahu kabarmu, 25kali tanggal 20 ku hadapi tanpa tahu kamu dimana.
sempat beberapa kali aku mencoba manjalin hubungan dengan orang lain. tapi ku akui, aku tak bisa. aku selalu terbayang-bayang dirimu. aku sadar ini hal yang bodoh. mau sampai kapan aku berharap kamu kembali?.
“Aku ini seperti rumah yang sudah bobrok. tak ada yang bisa diperbaiki. sekeras apapun usahanya memperbaikiku, itu tidak cukup. dia berhak mendapatkan lebih dari sekedar ruangan yang rusak dan kemudian diperbaiki. aku tak dapat ditinggali.”